Tampilkan postingan dengan label Metode penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode penelitian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2013

DESAIN PENELITIAN

1.       Jelaskan secara komprehensif makna dan arti penting desain penelitian!
desain penelitian adalah pengaturan kondisi untuk pengumpulan dan analisis data, bertujuan untuk menggabungkan relevansi tujuan penelitian dengan ekonomi dalam prosedur. Bahkan, desain penelitian adalah struktur konseptual dimana penelitian dilakukan, itu untuk pengumpulan bleu print, pengukuran dan analisis data.
Desain penelitian diperlukan karena memfasilitasi kelancaran berbagai riset operasi, sehingga membuat penelitian se-efisien mungkin,menghasilkan informasi yang maksimal dengan pengeluaran waktu,tenaga dan uang yang minimal.
2.       Jelaskan makna konsep-konsep berikut ini dalam konteks desain penelitian:
a.       Variabel ekstraneus / variabel asing
Variable independen yang tidak terkait dengan tujuan penelitian, tetapi dapat mempengaruhi variabel dependen. Misalkan peneliti ingin menguji hipotesis bahwa ada hubungan antara perkembangan anak dalam pencapaian ilmu sosial dan konsep diri mereka.
b.       Hubungan yang kacau (confoundedrelationship)
Ketika variabel dependen tidak bebas dari pengaruh variabel asing (S), hubungan antara variable dependent dan variable independent dikacaukan oleh variabel asing (S).
c.        Hipotesis penelitian
hipotesis penelitian adalah pernyataan prediktif terkait variabel independen dengan variabel dependen.
d.       Kelompok kontrol dan eksperimen
Jika kelompok yang menghadapi kondisi-kondisi yang biasa (tidak ada perlakuan), maka itu disebut sebagai "kelompok kontrol", tapi jika kelompok terkena beberapa kondisi baru atau khusus (diberi perlakuan), maka itu disebut sebuah "kelompok eksperimen".

e.       Treatment
Kondisi yang berbeda di mana eksperimen dan kelompok kontrol diletakkan biasanya disebut sebagai 'pengobatan. Dalam ilustrasi di atas diambil, dua pengobatan adalah program studi yang biasa dan studi program khusus.

3.       Jelaskan beberapa segi penting desain penelitian yang digunakan dalam experimentalhypothesis-testingresearch!
Hal yang penting Pada desain experimentalhypothesis-testingresearch adalah variable independen dimanipulasi. Jika variable independent tidak dimanipulasi maka desai npenelitiannya akan di sebut non-experimentalhypothesis-testing research.

4.       Desain penelitian dalam studi eksploratori harus bersifat fleksibel, sedangkan dalam studi deskriptif harus mampu meminimalisasi kerancuan (bias) dan memaksimalkan keajegan (reliability), diskusikan!
Penekanan utama dalam studi eksploratori  adalah pada penemuan ide dan wawasan. Dengan demikian desain penelitian yang sesuai untuk studi eksploratori harus cukup fleksibel untuk memberikan kesempatan untuk mempertimbangkan aspek yang berbeda dari masalah yang diteliti. Fleksibilitas dalam desain penelitian diperlukan karena masalah penelitian definisi yang terlalu luas, berubah menjadi satu makna yang lebih tepat dalam studi eksplorasi, yang sebenarnya mungkin memerlukan perubahan dalam prosedur penelitian untuk mengumpulkan data yang relevan. 
Pada studi deskiptif Desain penelitian harus membuat cukup ketentuan untuk perlindungan terhadap bias dan harus memaksimalkan keajekan, dengan memperhatikan penyelesaian ekonomis dari studi penelitian.


5.       Jelaskan pemahaman anda tentang desain penelitian yang baik. Apakah satu desain penelitian dapat digunakan dalam semua jenis penelitian? Jika tidak, kenapa?
Sebuah desain yang baik sering ditandai dengan kata sifat seperti fleksibel, tepat, efisien, ekonomis dan sebagainya. Umumnya, desain yang meminimalkan bias dan memaksimalkan keunggulan data yang dikumpulkan dan dianalisis dianggap sebagai desain yang baik. Desain yang memberikan kesalahan eksperimental terkecil seharusnya menjadi desain terbaik dalam banyak penyelidikan. Demikian pula, desain yang menghasilkan maksimal informasi dan memberikan kesempatan untuk mempertimbangkan berbagai aspek masalah, dianggap desain yang paling tepat dan efisien dalam masalah penelitian.
Sebuah desain mungkin sangat cocok dalam satu kasus, tetapi mungkin tidak cocok dalam  konteks beberapa masalah penelitian lainnya. Satu desain tunggal tidak dapat melayani tujuan semua jenis masalah penelitian.

6.       Terangkan dan ilustrasikan desain penelitian berikut ini:
a.       Two groupsimplerandomizeddesign
Dalam two-group randomized design, populasi penuh ditentukan dan kemudian dari populasi, sampel dipilih secara acak. setelah di seleksi secara acak dari populasi, dibagi menjadi kelompok eksperiment dan kelompok control. Dengan demikian, desain ini menghasilkan dua kelompok sebagai wakil dari populasi.
Ilustrasi


b.       Latin squaredesign
Latin squaredesign adalah desain eksperimental yang sangat sering digunakan dalam penelitian pertanian. di mana penyelidikan dalam pertanian yang dilakukan berbeda dari orang-orang dalam penelitian lain, disini alam memainkan peran penting. Contohnya, percobaan yang telah dilakukan yang meneliti efek dari lima macam pupuk pada hasil pertanian tanaman tertentu, misalkan saja pada gandum yang dinilai.
c.        Random replications design
Keterbatasan dari desain acak dua kelompok biasanya dieliminasi dalam desain ulangan acak. Perbedaan guru terhadap variabel dependen diabaikan, yaitu, variabel asing tidak terkontrol. Namun dalam desain ulangan acak, pengaruh perbedaan tersebut diminimalkan (atau dikurangi) dengan menyediakan jumlah pengulangan untuk setiap perlakuan. Masing-masing pengulangan secara teknis disebut 'replikasi'. Desain replikasi acak melayani dua tujuan yaitu, memberikan kontrol untuk efek diferensial dari variabel independen asing  dan perbedaan pengacakan pada individual yang melakukan treatment.
d.       Simplefactorialdesign
Dalam hal desain faktorial sederhana, kita mempertimbangkan efek dari dua faktor terhadap variabel dependen, tetapi ketika percobaan dilakukan dengan lebih dari dua faktor, kami menggunakan desain faktorial yang kompleks. Desain faktorial sederhana juga disebut sebagai 'desain dua faktor-faktorial', sedangkan desain faktorial yang kompleks dikenal sebagai 'multifaktor- desain faktorial. 'desain faktorial sederhana baik mungkin 2 × 2 faktorial sederhana desain, atau mungkin, katakanlah, 3 × 4 atau 5 × 3 atau tipe seperti desain faktorial sederhana.

7.       Tuliskan catatan ringkas tentang “survei pengalaman (experiencesurvey)” dan terangkan secara lengkap kegunaannya dalam penelitian eksploratori!

Survei pengalaman berarti survei orang yang telah memiliki pengalaman pratical dengan masalah yang akan diteliti. Tujuan survei tersebut adalah untuk mendapatkan wawasan tentang hubungan antara variabel dan ide-ide berita yang berkaitan dengan masalah penelitian. seperti survei orang-orang yang kompeten dan dapat menyumbangkan ide-ide baru dengan hati-hati dipilih sebagai repondents untuk memastikan representasi dari jenis pengalaman yang berbeda.

Jumat, 19 April 2013

PROPOSAL PENELITIAN PENGARUH KECEMASAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA UIN MALIKI MALANG


BAB I
PENDAHULUAN
I.              Latar Belakang
Prestasi belajar dalam suatu system akademik merupakan hal yang penting untuk mencapai nilai yang maksimal. Prestasi belajar inilah yang dijadiakan sebagai tolak ukur kemampuan seseorang secara kasat mata.  menurut Nurkencana (1986 : 62) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh anak berupa nilai mata pelajaran. Ditambahkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Dalam pencapaian prestasi belajar ada beberapa factor yang harus ada pada diri seseorang, Factor-faktor ini bisa berasal dari dalam dirinya sendiri dan lingkungan. Ketika salah satu factor ini tidak terpenuhi, akan timbul sebuah kecemasan pada diri pelajar tersebut.
Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap individu, reaksi umum terhadap stress kadang dengan disertai kemunculan kecemasan. Namun kecemasan itu dikatakan menyimpang bila individu tidak dapat meredam (merepresikan) rasa cemas tersebut dalam situasi dimana kebanyakan orang mampu menanganinya tanpa adanya kesulitan yang berarti. Kecemasan  setiap individu memiliki reaksi yang berbeda dalam menanggapi kecemaan mereka. Kecemasan adalah ketakuta yang tidak nyata, suatu perasaan terancam sebagai tanggapan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak mengancam ( sobur, 2009)
Menurut teori Psikodinamika kecemasan muncul saat keinginan Id menuntut pelepasan dari ego. Antara Id yang ingin pelepasan dan sangsi dari super ego, dengan potensi yyang tetap tak terpengaruhi oleh waktu, sering tidak realistic dan dibesar-besarkan. Tekanan ini akan akan muncul kepermukaan melalui tiga peristiwa, yaitu: sensor super ego menurun, desakan Id meningkat dan stress psikososial, maka lahirlah kecemasan. (prawirohusodo,1988)
Seorang bernama Nana (nama disamarkan). Seorang mahasiswa baru UIN Maliki Malag jurusan AS. Tahun ini adalah tahun pertama dia memasuki jenjang kuliah sekaligus tahun pertama dia jauh dari keluarga. Dia belum bisa beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Dia selalu merasa tidak betah berada di lingkungannya sekarang. Dia merasa minder dan takut terhadap lingkungannya yang baru. Akhirnya dia tidak mampu mengikuti tuntutan academic kampus ini.
Kasus diatas merupakan salah satu contoh kasus kecamasan yang dialami mahasiswa baru UIN Maliki Malang sehingga membuat prestasi belajarnya tidak maksimal. Munculnya berbagai kecemasan yang dialami mahasisiwa baru ini, merupakan sesuatu yang tak dapat dihindari. Dengan berbagai alas an, dengan berbagai factor, kecemasan ini bisa datang kepada siapa saja. Dengan adanya fenomena diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh kecemasan yang dialami Mahasiswa baru UIN MALIKI Malang terhadap prestasi belajar mereka. Sehingga penelitian ini diberi judul “Pengaruh Kecemasan (Lingkungan Baru) Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Baru UIN MALIKI Malang”.
II.           Rumusan Masalah
         Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah yang akan diteliti sebagai berikut:
1.    Bagaimana tingkat kecemasan lingkungan baru pada Mahasiswa Baru UIN Maliki Malang?
2.    Bagaimana tingkat prestasi belajar Mahasiswa Baru UIN Maliki Malang?
3.    Bagaimana pengaruh kecemasan lingkungan baru terhadap prestasi belajar Mahasiswa Baru UIN Maliki Malang?
III.        Tujuan Penelitian
1.    Mengetahui tingkat kecemasan lingkungan baru  Mahasiswa Baru UIN Maliki Malang.
2.    Mengetahui tingkat prestasi belajar Mahasiswa Baru UIN Maliki Malang.
3.    Mengetahui pengaruh kecemasan lingkungan baru terhadap prestasi belajar Mahasiswa Baru UIN Maliki Malang.
IV.        Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memebrerikan beberapa manfaat antara lain:
1.    Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi terhadap kajian akademis sekaligus sebagai masukan bagi peneliti lainnya, sehingga dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain. Selain itu penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pengetahuan tentang fenomena kecemasan yang sering dihadapi mahasiswa baru yang mempengaruhi prestasi belajar mereka.  
2.    Manfaat Praktis
a)    Sebagai bahan masukan bagi pihak UIN,kususnya pihak pengasus Mahad dan dosen pengajar. Agar mahasiswa lebih bisa merasakan kenyamanan dan tidak mengalami kecemasan menghadapi lingkungan barunya.
b)   Sebagai bahan wacanan dan dikusi bagi para mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, serta bagi para orang tua dan masyarakat.
c)    Sebagai bahan  Kajian untuk penelitian selanjutnya dengan tema yang sama.

oleh : Hikmah Nurjannah, Indra Rakhmawati, Nurul Mufidah ,Maimuna yusuf , Juandra Prisma Mahendra (mahasiswa Psikologi UIN Maliki Malang angkatan 2010)